Selasa, 29 Januari 2013

Sumberdaya Rajungan di Indonesia


SUMBERDAYA HAYATI LAUT
SUMBERDAYA RAJUNGAN DI INDONESIA ( JENIS, PENYEBARAN, HABITAT, POTENSI, MANFAAT, TEKNOLOGI   PEMANFAATAN )







OLEH
NATALIA HALAPIRY
NIM 2011-63-053
PRODI MSP



FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS PATTIMURA
AMBON
2012






  1. JENIS - JENIS RAJUNGAN
Jenis
Warna dan pola polygonal
Duri pada bagian dahi karpaks
Duri pada ruas propondus dan cheliped carpus
Portunus pelagicus
Warna dasar biru dengan bercak-bercak putih terang, pola polygonal terlihat jelas pada hamper semua bagian tubuh
Duri agak lebar, tinggi, dan tajam, berbentuk segitiga, empat duri tengah berukuran panjang hampir sama sehingga terlihat rata
Tiga duri tajam pada propondus, dan dua duri tajam pada carpus
Podophthalmus vigil
Warna dasar hijau agak suram, pada capinya berwarna ungu kemerah-merahan dan tidak terdapat pola polygonal di bagian karapaksnya
Tidak ada duri pada bagian dahi karapaksnya, hanya mempunyai dua tangkai mata yang relative panjang. Terdapat sebuah duri di ujung kiri-kanan punggungnya
Tiga duri tajam pada propondus, dan dua duri tajam pada carpus
Charybdis natator
Warna hijau agak kotor, punggungnya bergaris-garis putus melintang, dan kaki capit terdapat pola polygonal ditumbuhi duri dan bintil
Duri lebar dan agak tumpul, berbentuk segitiga, empat duri tengah berukuran oanjang hampir sama sehingga terlihat rata
Tiga duri tajam pada propondus, dan dua duri tajam pada carpus
Portunus sanguinolentus
Warna karapaks agak hijau kotor dan di bagian punggung belakang berjejer melintang tiga bulatan merah coklat
Duri lebar, dan agak tumpul, berbentuk segitiga, tiga duri tengah berukuran panjang hamper sama sehingga terlihat rata
Dua duri agak tumpul pada propondus, dan dua duri tumpul pada carpus




Berdasarkan sistematika krustacea, dalam kelompok kepiting terdapat satu suku yang disebut Portunidae, dalam suku inilah Rajungan dikelompokan.  Dalam taksonomi, Rajungan dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
1.       Filum                     :  Crustacea    
                                Ordo                      :  Decapoda      
Family                   :  Portunidae 
Genus                   :  Portunus      
Spesies                 :  Portunus pelagicus, P. sanguinolentus
 
Genus                   :  Charybdis
Spesies                 :  Charybdis feriatus, C. natator, C. lucifera

Genus                   :  Thalamita
Spesies                 :  Thalamita crenata, T. danae

Genus                   :  Podophthalmus
Spesies                 :  Podophthalmus vigil

 
Sementara informasi lain menyebutkan bahwa rajungan terdiri atas 11 jenis yaitu Portununs pelagicus Linn, Portununs sanguinolentus Herbst, Portunus hastatoides, Thalamita crenata Latr, Thalamita danae Stimpson, Charybdis cruciata, charybdis natator Herbst, podopthalmus vigil

Secara umum, morfologis dari rajungan berbeda dengan kepiting bakau. Rajungan umumnya memiliki bentuk tubuh ramping dengan capit yang lebih panjang dan memiliki warna yang sangat menarik pada karapaksnya. Duri ahkir pada kedua sisi karapaks relative lebih panjang dan runcing. Dengan melihat warna dari karapaks dan jumlah duri pada karapaksnya, maka mudah dibedakan dengan kepiting bakau.

Ciri khas utama untuk dapat membedakan jenis kepiting berdasarkan bentuk abdomennya. Rajungan jantan dapat dibedakan dengan bentuk abdomen umumnya sempit dan meruncing kedepan, sedangkan rajungan betina bentuk abdomen melebar dan setengah lonjong. Selain itu, umumnya ukuran karapaksnya lebih besar kearah lebarnya dari pada panjangnya dengan permukaan yang tidak selalu jelas pembagian daerahnya. Pada sebelah kiri dan kanan karapaksnya, terdapat duri besar. Jumlah duri-duri sisi belakang matanya sebanyak Sembilan, enam, lima , atau empat buah duri besar. Rajungan memiliki lima pasang kaki jalan, yang pertama ukurannya cukup besar dan disebut capit, yang berfungsi untuk memegang, dan sepasang kaki terahkir mengalami modifikasi menjadi alat renang. Abdomen berbentuk segitiga tereduksi dan melipat ke sisi ventral karapaks. Bobot rajungan dapat mancapai 400 g, dengan ukuran karapaks sekitar 300 mm ( 12 inci ). Ukuran rajungan antara jantan dan betina berbeda pada umur yang sama. Jantan lebih besar dan berwarna lebih cerah serta berpigmen biru terang. Sedangkan betinanya, berwarna sedikit lebih coklat.      
                                                                                                                              


                                                                                                                                
2. HABITAT DAN PENYEBARAN
  • Habitat  
Rajungan dapat hidup di perairan pantai dengan dasar pasir berlumpur, serta di laut terbuka. Rajungan sering dijumpai di dasar laut sampai pada kedalaman lebih dari 70 m, namun kadang terlihat berenang dekat permukaan air laut. Rajungan banyak menghabiskan hidupnya dengan membenamkan tubuhnya di permukaan pasir dan hanya menonjolkan matanya untuk menunggu ikan dan jenis inverterbata lainnya yang mencoba mendekati untuk diserang atau dimangsa. Rajungan memiliki tempat hidup yang berbeda dengan jenis kepiting pada umumnya seperti Kepiting Bakau ( Seylla serrata), tetapi memiliki tingkah laku yang hampir sama dengan kepiting. Coleman (1991) dalam   (sara, dkk, 2006) melaporkan bahwa rajungan merupakan jenis kepiting perenang yang juga mendiami dasar lumpur berpasir sebagai tempat berlindung. 

Selain itu, habitat rajungan adalah pantai bersubtrat pasir , pasir berlumpur dan di pulau berkarang. Rajungan juga dijumpai berenang dari permukaan laut (sekitar 1 m) sampai kedalaman 56 m. Rajungan hidup di daerah estuary kemudian berimigrasi ke perairan yang bersalinitas tinggi untuk menetaskan telurnya, dan setelah mencapai rajungan mudah akan kembali ke estruasi


  • Penyebaran
Portunus pelagicus dikenalnya sebagai bunga kepiting, kepiting biru, rajungan, atau kepiting pasir adalah kepiting yang sering ditemukan dimuara intertidal dari Hindia dan Samudera Pasifik (Pantai Asia) dan Timur Tengah sampai di pantai Laut Mediterania. Rajungan-rajungan terbesar juga sering ditemukan di bagan Timur Afrika, Asia Tenggara, Asia Timur, Australia, dan Selandia Baru.

Jenis Rajungan atau kepiting terang bulan ( Portunus pelagicus ) banyak terdapat pada lautan Indo-Pasifik dan India. Rajungan juga terdapat   di daerah Gilimanuk (pantai utara bali), Penganbengan (pantai selatan bali), muncar (pantai selatan jawa timur), Pasuruan ( pantai utara jawa timur), Lampung, Medan, dan Kalimantan Barat .

3. POTENSI 
 
Rajungan memiliki potensi yang sangant besar bagi kehidupan manusia. Diantaranya adalah rajungan dapat dikonsumsi dengan berbagai olahan yang menarik, ataupun dapat dibudidayakan. Lebih jelasnya, keunggulan nilai gizi rajungan adalah :
  • Kandungan proteinnya yang cukup besar, yaitu sekitar 16-17g/100 g daging. Angka tersebut menunjukan bahwa rajungan dapat dimanfaatkan sebagai sumber protein yang cukup baik dan sangat potensial.
  • Kandungan lemak rajungan yang sangat rendah. Ini merupakan kabar baik bagi konsumen yang membatasi konsumsi pangan berlemak tinggi.  Hal ini berarti kandungan lemak jenuh yang rendah pula, demikian sama halnya dengan kandungan koletrol

4. MANFAAT

  • Kandungan kitin dan kitosan pada rajungan memiliki fungsi untuk proses penjernihan air.
  • Kitin dan kitosan dalam rajungan digunakan sebagi bahan pembuat kapsul, karena mampu terdragasi secara berangsur dan melepaskan obat dengan dosis terkontrol.
  • Kitosan juga digunakan sebagai bahan pembuat ginjal buatan
  • Air bekas  rajungan  cukup potensial untuk dijadikan bahan dasar pembuatan kerupuk kepiting

5. TEKNOLOGI PEMANFAATAN 
 
Pemanfaatan kitosan dari lembah cangkang rajungan sebagai adsorben pada adsorpsi logam nikel dari lembah kitalis. Nikel adalah logam berharga, aplikasinya antara lain adalah untuk membuat katalis NiO/ Al203 yang digunakan dalam proses pengolahan minyak bumi. Katalis yang sudah tidak terpakai akan menjadi masalah terhadap lingkungan. Perlu diambil logam nikel dengan cara mengadsorpsi  (penyerapan ) dari larutan nikel, yang terlebih dahulu dileaching dari katalis. Penyeraban logam nikel dari larutan dipengaruhi oleh beberapa parameter, diantaranya adalah konentrasi logam nikel dalam larutan, perbandingan berat kitosan terhadap volume larutan, pH larutan dan waktu kotak penyerapan. 

Selain itu, panelis terhadap bubuk flavor dari ekstrak cangkang rajungan ( portunus sp ), dengan memperlakukan waktu ekstrasi dalam mengeveluasi kandungan gizi bubuk falvor dari ekstrasi terpilih perlakuan yang diberikan pada penelitian terhadap tahap pertama adalah control ( tanpa ekstrak cangkang rajungan ). Setelah homogeny pasta flavor tersebut dikeringkan dengan drum dryer sehingga menjadi bubuk flavor yang kemudian dikemas dengan plastic politilen   




Tidak ada komentar:

Posting Komentar